Aplikasikan Sekolah Ramah Anak

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak mengembangkan Sekolah Ramah Anak (SRA) dengan mengiplementasikannya dalam kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh satuan pendidikan di Indonesia dan dunia. Konvensi Hak Anak dan UU tentang perlindungan anak mengamanatkan negara untuk memenuhi, menjamin, dan melindungi hak anak, serta memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan minat bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati dan bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian. Salah satu bentuk pengembangan  Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah melalui pelaksanaan  kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas. Selain itu, pelaksanaan kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas juga merupakan bentuk kegiatan untuk memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada hari Rabu, 20 November 2019 yang lalu.
Pada Kamis, 7 November 2019 yang lalu SMP Negeri 15 Malang  melaksanakan kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas dengan rangkaian acara antara lain yel-yel sekolah ramah anak, yel-yel sekolah aman, , yel-yel sekolah menyenangkan, dan yel-yel sekolah sehat. Guru SMP Negeri 15 Malang merancang yel-yel karena yel-yel ini  adalah teknik pembelajaran dilapangan yang sengaja dirancang agar dapat  cepat dihafal,  dan mudah dimengerti maknanya, dan yang terpenting adalah menyenangkan. Dibacakan juga
Standart Sekolah Ramah Anak
1. Setiap siswa dapat menikmati haknya dalam pendi­dikan tanpa diskriminasi berdasar­kan disabilitas, gen­der, suku bangsa, jenis kecerdasan, agama dan latar belakang orang tua.
2. Setiap siswa memiliki kebebasan mengekspresikan pandangan­nya tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya.
3. Memiliki kurikulum dan metode pembelajaran yang ramah bagi siswa (student centred teaching) dengan mengutamakan nilai-nilai kecintaan, kasih sayang, empatik, simpatik, keteladanan, tanggung jawab, dan rasa hormat pada siswa.
4. Memiliki guru dan tenaga kependidikan yang mampu memfasilitasi bakat, minat, dan jenis kecerdasan siswa.
5. Memiliki lingkungan dan infrastruktur sekolah yang aman, nyaman, bersahabat, sehat, dan bersih, hijau, dengan konstruksi bangunan yang memenuhi SNI.
6. Memiliki program kerja sekolah yang mempertim­bangkan aspek pertumbuhan kepribadian siswa.
7. Memiliki program kerja keselamatan siswa sejak dari rumah ke sekolah dan/atau keselamatan di sekolah.
8. Setiap warga sekolah memiliki kesadaran tinggi terhadap resiko bencana alam, bencana sosial, kekerasan (bullying) dan ancaman lainnya terhadap siswa.
9. Melibatkan partisipasi siswa pada semua aspek kehi­dupan sekolah dan kegiatan sekolah.
10 Tersedianya organisasi kesiswaan yang berorintasi pada perkembangan dan karakter siswa.
11 Terciptanya kerja sama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
12 Menjamin transparansi, akuntabilitas, partisipasi, keterbukaan informasi, dan penegakkan aturan sekolah.
@ari