Selangkah menuju sekolah Adiwiyata Mandiri

Sekolah kita tercinta telah meraih predikat juara tingkat nasional. Tentu merupakan prestasi yang membanggakan. Kita sebagai warga SMPN 15 Malang patut menjaga amanat ini dengan selalu maksimal dalam menanamkan jiwa Adiwiyata dalam diri kita. Tetapi tentu saja hal tersebut akan menjadi mudah jika dilakukan dengan hati ikhlas dan gotong royong.
Setelah mendapat predikat sekolah Adiwiyata nasional, perjuangan masih berlanjut. Kemarin, pada tanggal 24 Mei 2017 kita harus menghadapi Visitasi Adiwiyata dengan predikat mandiri dengan 10 sekolah imbas. Sekolah yang terpilih sebagai sekolah yang diimbas dintaranya adalah: SMPN 25 Malang, SDN Polowijen I, SD Unggulan AL-YA’LU, SDN Kauman 2, SDN Bakalan Krajan I, SDN Ketawanggede, SDN Polehan 2, SMA Nasional, SDN Bandulan 3, dan SDN Bandulan 3. Segala macam keperluan penilaian telah dipersiapkan dengan baik oleh tim Adiwiyata dan warga sekolah guna menghadapi penilaian (Visitasi) dewan juri.
Hari Rabu para juri yang dinantikan hadir ke sekolah dengan disambut oleh siswa-siswi yang meriah dan semangat menyerukan yel-yel Adiwiyata smp 15 dan jargon-jargon andalannya. Selanjutnya para juri diarahkan untuk menuju aula dan melakukan sambutan. Setelah itu para juri mulai melakukan penilaian dengan mengadakan diskusi singkat bersama para guru dan siswa mengenai wawasan keadiwiyataan dan untuk mengetahui sejauh mana penerapan adiwiyata di sekolah kita ini.Saat ini warga SMP 15 sedang menunggu keputusan juri untuk penentuan lolos tidaknya sekolah kita. Untuk itu, kami mohon doa dari segala pihak agar mendapatkan hasil yang terbaik. Serta penghargaan yang sebesar-besarnya dan ucapan terimakasih untuk semua pihak yang turut membantu persiapan Visitasi Adiwiyata. Semoga kita semua selalu menerapkan jiwa Adiwiyata di lingkungan sekolah, maupun di luar sekolah.